Puisi

SERUMPUN

SERUMPUN
Tumbuh dari akar yang sama
meski batang menjulang di tanah berbeda
dedaun kami meneduhkan banyak nama
dan bunga kami mekar dengan warna sendiri
Dalam angin yang berhembus dari selatan
suara kita saling memanggil
ada darah yang serumpun
ada jiwa yang berpaut
meski lautan membelah
kita tetap satu dalam denyut
Di wajah anak-anak kita
ada tawa yang tak bisa dipisahkan sejarah
Mereka bermain, berlari, bercita-cita
tanpa tahu pernah ada garis yang memisah
Dan kita pun tahu,
serumpun bukan sekadar cerita
melainkan akar yang tumbuh dari sejarah
di dalamnya
ada ingatan leluhur yang berbisik pelan
ada aliran darah yang tak pernah kering
ada nyala api yang diwariskan agar tak padam
Meski zaman berganti rupa
dan jarak mencoba mencabik
persaudaraan ini tetap berdiri
bagai pohon tua yang tak goyah nan gagah

Diskusi karya

Komentar penulis & pembaca

Semua komentar dan balasan diperiksa kurator sebelum ditampilkan.

0 tampil
Belum ada komentar yang disetujui. Jadilah pembaca pertama yang berdiskusi.